Apakah Wajar Alami Perubahan Hormon saat Menstruasi? Ini Penjelasannya!

  • Whatsapp
Apakah-Wajar-Alami-Perubahan-Hormon-saat-Menstruasi-Ini-Penjelasannya
Foto dari Canva Pro

Salah satu hal rutin yang dialami perempuan setiap bulannya adalah menstruasi. Bagi sebagian perempuan, datangnya menstruasi memicu kondisi yang tidak stabil dan sering mengganggu aktivitas sehari-hari. Seperti berubahnya hormon saat menstruasi dan memberi gejala-gejala yang berbeda. Perubahan tersebut bahkan bisa membuat kondisi tubuh menjadi down, terasa nyeri dan linu di bagian-bagian tertentu, sampai memicu rasa lelah meski aktivitas tidak padat.

Ketidakstabilan Hormon saat Menstruasi

Sebenarnya, apakah wajar mengalami ketidakstabilan hormon seperti itu? Pada dasarnya, perubahan pada hormon merupakan hal wajar dan biasa ketika menjelang, serta saat menstruasi datang. Hormon yang alami perubahan tersebut merupakan hormon estrogen. Hormon ini memiliki peran dalam produksi endorfin dalam tubuh yang menciptakan perasaan senang pada otak. Maka tidak heran bila saat menstruasi mood terasa jadi berantakan.

Read More

Gejala yang bisa dirasakan saat hormon tidak stabil karena menstruasi di antaranya:

1. Munculnya Jerawat

Munculnya jerawat, termasuk ketika merasa kulit Anda bukan tipe acne prone, bisa menjadi ciri ketidakstabilan hormon dalam tubuh yang dipicu kondisi menjelang, serta ketika menstruasi datang. Banyak perempuan yang menganggap munculnya jerawat ini berhubungan pula dengan rutinitas perawatan kulit dan kurangnya beristirahat.

2. Alami Mood Swing

Gejala lainnya adalah mengalami mood swing dengan berbagai tingkat keparahan. Ada yang sekadar merasa kesal dengan hal-hal kecil, sedih tanpa alasan, atau bahkan hingga mengalami gejala depresi yang membutuhkan obat antidepresan.

3. Mudah Merasa Lelah

Lebih mudah atau cepat merasa lelah walau tidak banyak beraktivitas pun bisa disebabkan hormon yang kurang stabil ketika menstruasi, diikuti oleh rasa nyeri dan pegal di bagian-bagian tubuh tertentu seperti bagian punggung dan pinggang.

4. Badan Terasa Panas

Ketidakstabilan hormon ketika menstruasi juga mudah membuat tubuh menjadi panas yang tidak diikuti gejala demam. Hal ini membuat para perempuan yang sedang menstruasi merasa kepanasan, berkeringat, dan gelisah.

Masih banyak gejala-gejala yang bisa dirasakan akibat hormon yang tidak stabil saat menstruasi. Gejala ini umumnya dialami 1-2 minggu sebelum menstruasi datang atau disebut juga gejala PMS (Pre Menstruasi Syndrome). Gejala bisa terus dirasakan hingga seminggu setelah menstruasi. Rasa pada perut dan sakit kepala juga menjadi gejala umum yang biasa dirasakan.

Menghadapi Perubahan Hormon

Agar merasa lebih nyaman saat menstruasi dan mengalami perubahan hormon, Anda bisa menghadapinya dengan cara yang mudah berikut.

● Istirahat yang Cukup Relaksasi

Pastikan Anda beristirahat lebih banyak dengan tidur malam teratur, tidak terlalu larut (tidak begadang), bangun di pagi hari, serta memperhatikan durasi tidur 6-8 jam setiap malamnya. Tidur siang dengan durasi 30 menit hingga 1 jam bisa juga membantu kurangi rasa lelah akibat menstruasi. Anda pun disarankan melakukan relaksasi untuk membuat tubuh lebih rileks.

● Asupan yang Bernutrisi

Tidak kalah penting, memperhatikan asupan sehari-hari saat menstruasi menjadi hal wajib dalam hadapi ketidakstabilan hormon. Pilih asupan bernutrisi tinggi. Seperti lebih banyak makan sayur, buah, serta pastikan setiap jamnya minum segelas air putih.

● Lakukan Kegiatan yang Menyenangkan

Cara hadapi menstruasi dengan perubahan hormon lainnya adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, seperti berlibur, menyediakan me time, menonton acara favorit, dan lain-lain untuk membuat Anda merasa lebih senang. Berubahnya hormon saat menstruasi bisa juga diminimalisir dengan menghindari perasaan stress berlebih dan lebih memahami bahwa hal tersebut menjadi hal wajar yang harus dihadapi dengan tenang setiap bulannya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *