Gejala Awal Virus Corona yang Tak Boleh Anda Abaikan

  • Whatsapp
Gejala-Awal-Virus-Corona-yang-Tak-Boleh-Anda-Abaikan
Foto dari Canva Photos Unlimited

Penderita infeksi Covid19 semakin lama semakin meningkat di seluruh dunia. Setelah China bisa dikatakan berhasil menekan kasus baru, justru dunia lain sedang berada pada level perang melawan Covid19. Di Indonesia kini sudah ada 1.000 kasus lebih Covid19 dan sudah memakan korban lebih dari 100 orang. Penyebaran Covid19 yang sangat cepat menjadikan kasus ini bisa ditemukan di 31 provinsi di Indonesia dalam waktu kurang dari 1 bulan. Gejala awal virus Corona mirip dengan gejala batuk biasa sehingga dianggap sepele bagi banyak orang. Apalagi tak semua pasiennya mengalami gejala yang selalu memburuk karena dengan kekebalan tubuh yang baik, virus Covid19 bisa dilumpuhkan oleh tubuh.

Virus Corona menginfeksi banyak orang dalam waktu yang cepat karena penyebarannya dan penularannya yang sangat mudah. virus dapat berpindah melalui droplet orang yang terinfeksi ketika batuk atau bersih. Droplet yang terbang di udara bisa saja langsung dihirup oleh orang sehat sehingga menjadikannya terinfeksi. Droplet juga bisa menempel pada benda mati seperti besi, plastik, kain, dan permukaan lainnya. Virus masih bisa bertahan di benda mati beberapa jam yang menyebabkannya mudah menyebar dengan cepat. Untuk mengatasinya, masyarakat diminta membiasakan hidup higienis dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan membersihkan benda-benda di sekitarnya menggunakan desinfektan.

Read More

Pengetahuan masyarakat tentang covid19 juga perlu ditingkatkan, salah satunya adalah dengan mengetahui gejala Corona sehingga bisa membedakannya dari gejala batuk biasa agar lebih cepat mendapatkan penanganan. Berikut ini adalah gejala di fase awal saat seseorang terinfeksi virus covid19:

  • Tubuh akan mengalami demam hingga 38 derajat lebih.
  • Mengalami batuk kering disertai dengan rasa sakit di tenggorokan seperti pada radang tenggorokan.
  • Pilek pada sebagian penderita.
  • Mual dan muntah.
  • Mengalami sesak nafas yang bisa dibarengi dengan nyeri di bagian dada.
  • Kehilangan indera perasa dan penciuman secara tiba-tiba.

Bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh baik, virus Covid19 yang menginfeksi bisa dimusnahkan dengan sendirinya tanpa ia menyadari telah tertular virus tersebut. Namun sebagian besar pasien mengalami yang namanya carrier atau pembawa dimana tubuhnya sendiri tidak menampakkan gejala penyakit namun ia bisa menularkan virus dari droplet atau air liur yang dikeluarkan saat batuk maupun bersih. Carrier inilah yang berperan dalam penularan virus menjadi tersebar karena ia tidak menyadari bahwa ia sebagai pembawa sehingga bebas beraktivitas.

Hingga saat ini pemerintah Indonesia sudah menugaskan rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid19 dalam rangka mengobati pasien positif Covid dan melakukan isolasi terhadap pasien dalam pemantauan. Meski begitu, cara tersebut bukanlah cara yang efektif jika di luar sana masih banyak orang yang dengan mudah menyebarkan virus karena telah menjadi carrier. Oleh sebab itu pemerintah juga menerapkan himbauan physical distancing dengan jarak aman minimal 1 meter untuk menghindari penularan covid19 dan dengan menghimbau agar orang-orang terus berada di dalam rumah jika tidak sangat perlu keluar untuk bekerja.

Penanganan pada pasien Covid19 harus dilakukan dengan cepat dan tepat bukan hanya agar pasien bisa sembuh total namun juga agar pasien tidak menularkannya pada orang lain. Gejala awal virus Corona bisa menjadi standar kapan seseorang harus memeriksakan dirinya ke puskesmas atau rumah sakit rujukan Covid19 yang ditunjuk pemerintah. Putus mata rantai penularan dengan berada di rumah saja sehingga tidak terjadi kontaminasi yang menyebabkan semakin banyak carrier yang tercipta.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *