Jangan Sepelekan Insecure, Jika Berkepanjangan Sebabkan Depresi

Istilah insecure akhir-akhir ini banyak diperbincangkan dan terkadang muncul di lini masa media sosial. Sederhananya, insecure merupakan perasaan cemas dan ketakutan yang dialami oleh seseorang secara terus menerus. Apabila rasa insecure terus menghantui kehidupan seseorang, tentunya dapat menganggu aktivitas dan produktivitas seseorang.

Abraham Maslow mendefinisikan insecure sebagai kondisi yang dialami seseorang ketika menganggap dunia sebagai tempat yang mengancam dan melihat manusia lain sebagai sesuatu yang berbahaya dan egois.

Sementara itu, American Psychological Association menjelaskan rasa insecure memiliki banyak segi, mulai dari rasa ketidakpastian, kecemasan, keterampilan, dan value (nilai) sebagai pribadi.

Melansir dari fp.untar.ac.id, insecure ditandai dengan seseorang merasa cemas, pesimis, tidak merasa bahagia, egois, merasa tidak diterima dan terisolasi, serta tidak percaya diri.

Penyebab Insecure

Dikutip dari get-kalm.com, penyebab munculnya insecure bisa lahir dari semua bidang kehidupan dengan faktor-faktor yang berbeda. Kemungkinan rasa insecure lahir bisa dari peristiwa traumatis, kegagalan dan penolakan atas suatu hal, pengalaman sebelumnya, dan lingkungan (sekolah, tempat kerja, atau rumah).

Dijelaskan dalam webmb.com, kondisi-kondisi tersebut apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental,mulai dari kecemasan tentang suatu tujuan, hubungan, dan kemampuan, kesulitan menangani suatu situasi tertentu, depresi, hingga masalah pada body image. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan mengindentifikasi insecure yang dialami sehingga bisa membantu mengontrol rasa insecure tersebut.

Dijelaskan dalam choosingtherapy.com, terdapat beberapa cara untuk menangani rasa insecure dalam diri. Pertama, mengakui rasa insecure yang dirasakan dalam diri. Dengan mnegakui rasa insecure tersebut, bisa melihat secara lebih jujur terhadap diri sendiri dan sejauh mana rasa insecure memengaruhi kehidupan.

Kedua, mengidentifikasi sumber-sumber insecure, khususnya penyebab dari luar diri sendiri. Setelah mengetahuinya, lakukan tindakan terhadap sumber itu untuk mereduksi rasa insecure diri. Ketiga, fokus pada hal positif, misalnya dengan self-talk. Dengan self-talk maka dapat membuat diri sendiri fokus akan masa depan dan memukan hal-hal baik d sekitar.

NAOMY A. NUGRAHENI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *