Libur Natal dan Tahun Baru, Kulon Progo Dirikan Cakruk Wisata di 40 Titik

Dalam rangka menyambut libur Natal dan Tahun Baru, Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta menyiagakan cakruk wisata istimewa di 40 objek wisata yang tersebar di wilayah itu. Cakruk atau semacam pos jaga itu didirikan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan kemacetan lalu lintas di objek wisata.

“Cakruk wisata istimewa ini bisa dimanfaatkan sebagai posko-posko, sehingga sudah kami koordinasikan dengan seluruh destinasi wisata. Posko akan kami siagakan di seluruh objek wisata yang berjumlah 40 titik dengan memanfaatkan cakruk wisata istimewa,”kata Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Joko Mursito, Kamis, 16 Desember 2021.

Joko mengatakan pihaknya telah menyelesaikan 40 cakruk wisata istimewa yang dihubungkan dengan alat komunikasi handy talky yang bersumber dari dana keistimewaan. Pihaknya juga sudah melakukan pelatihan kepada anggota cakruk wisata istimewa mengantisipasi kecamatan lalu lintas di objek wisata, yaitu dengan mengarahkan wisatawan menuju objek wisata lain jika objek wisata yang dituju sudah penuh.

Beberapa objek wisata di Kulon Progo yang kerap terjadi kerumunan di masa libur adalah Pantai Glagah, Waduk Sermo dan Nglinggo. “Kami berharap ada perhatian khusus di Nglinggo karena di sana ada Tumpeng Menoreh dari Dinas Perhubungan, karena pada hari-hari biasa juga terjadi penumpukan wisatawan. Tentu pada libur natal dan tahun baru nanti, potensi penumpukan kendaraan wisatawan lebih tinggi lagi,” kata Joko.

Selain itu, menurut Joko, pihaknya melakukan koordinasi secara intensif kepada pelaku wisata dan jasa usaha pariwisata kuliner. Untuk aplikasi PeduliLindungi, 75 persen objek wisata di Kulon Progo sudah terpasang dan sisanya masih menunggu QR Code PeduliLindungi dari Kementerian Kesehatan.

Joko mengatakan semangat pelaku wisata Kulon Progo sangat luar biasa menyongsong Libur Natal dan Tahun Baru. Pelaku wisata bahkan sudah menyiapkan pawang hujan supaya saat libur akhir tahun itu dalam kondisi cerah. “Artinya mereka sangat bersemangat meraih rupiah yang banyak untuk mendongkrak ekonomi mereka,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.